Senin, 18 Juni 2012

Bukan Bos Tetapi Pemimpin


Belakangan ini sering kali kita mendengar istilah krisis kepemimpinan. Kata tersebut dapat diterjemahkan, memang bangsa Indonesia tidak memiliki orang yang memiliki kualitas sebagai pemimpin nasional, ada orang yang memiliki kemampuan memimpin namun tidak dapat ditunjukkan karena terhalang oleh beberapa hal atau situasi memang membuat keadaan, dimana seorang pimpinan tidak bisa lahir.
Apapun representasi kita dalam menerjemahkan kata tersebut, adalah hal yang wajib dalam sebuah kelompok dipilih seorang pimpinan. Namun begitu seperti kata pepatah “semakin tinggi pohon cemara, maka semakin tinggi angin yang menerjang”, begitu juga perjalanan seorang pimpinan. Kualitas seorang pimpinan tidak dapat kita nilai pada saat dia dilantik dengan menggunakan pakaian kebesaran yang membuatnya tampat berwibawa atau hiruk pikuk massa pendukung. Kualitas pimpinan akan terlihat bagaimana pada saat dia menghadapi “angin-angin” tersebut.
Dalam sebuah diskusi yang bertema mencari kepemimpinan bangsa, pembicara menanyakan pada floor mengenai apa yang membuat seseorang dapat menjadi pemimpin, dijawab oleh salah seorang peserta sebagai “Kemampuan orang itu dalam mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan bersama”, dan itu bukan jawaban yang salah. Namun apa yang membuat orang tadi dapat mempengaruhi orang lain sehingga orang mau mengikuti apa yang dikatakannya.

Ciri Khas Seorang Pemimpin
Apabila kita melihat pada dunia Militer, hal yang wajar terjadi adalah bahwa pemimpin yang dipilih, biasanya orang yang memiliki pengalaman tempur yang baik, dan kemampuan tersebut sering dikenal dengan keberanian fisik. Keberanian fisik merupakan hal mutlak yang harus dimiliki setiap prajurit. Namun begitu tentu anda akan berpikir, apa cukup ? Ya benar tentu dengan keberanian fisik saja tidak cukup, namun itu merupakan hal yang vital bagi dunia militer. Dan anda pasti setuju bahwa pimpinan tidak hanya ada dimiliter, pimpinan juga bisa berada di bidang sipil, yang tentu saja keberanian fisik bukan merupakan hal yang mutlak. Tentu ada kemampuan lain yang diminta dalam kelompok tersebut.
Namun begitu ada beberapa hal lain yang biasanya dimiliki oleh orang sehingga dia bisa menjadi pimpinan walaupun dia hanya memiliki kemampuan rata-rata dalam kelompoknya tersebut. Hal lain tersebut berupa kualitas-kualitas yang dituntut dan dihargai selama hidup. Kualitas yang harus dimiliki oleh pimpinan adalah :
Integritas Integritas didefinisikan sebagai kualitas yang membuat seseorang mempercayai anda. Kepercayaan adalah yang terpenting, dalam membentuk hubungan pribadi. Integritas ditunjukkan dari seluruh pribadi
Antusiasme dapat digambarkan sebagai semangat seorang pimpinan dalam mencapai tujuan bersama. Kehangatan Orang yang kaku tidak cocok menjadi pemimpin. Ketenangan Hal ini sangat diperlukan terutama dalam pengambilan keputusan, sejarahwan Romawi, Tacitus, pernah mengatakan bahwa ‘Pertimbangan nalar yang diambil dengan tenang itulah kualitas istimewa yang dimiliki pemimpin’. Tegas dan adil Kombinasi ketegasan dan keadilan telah muncul sebagai kualitas yang dituntut oleh setiap organisasi pada pimpinannya. Kecendrungan salah satu faktor penyebabnya adalah semakin dinamisnya perubahan dan untuk itu diperlukan pemimpin yang konsisten.
Komponen - komponen tersebut seperti senyawa kimia yang apabila anda gunakan dengan tepat ukurannya ditambah dengan kemampuan khusus yang dibutuhkan organisasi akan menghasilkan sebuah zat yang bermamfaat dan dapat diterima oleh banyak pihak.

Jenis Pemimpin
Dalam kenyataannya pun memang pemimpin dari asalnya dapat kita katagorikan dalam 2 (dua) macam, yaitu pemimpin yang dilahirkan dan pemimpin yang dibentuk oleh situasi. Pemimpin yang dilahirkan, kita bisa ambil contoh dari negara yang menganut sistem kerajaan, dimana seorang putra mahkota dilahirkan untuk menjadi seorang pimpinan. Sedang bagi para penganut kelompok situasional, mereka menganggap bahwa tidak ada istilah “dilahirkan sebagai pimpinan”, semuanya tergantung dari situasi. Mereka mengatakan bahwa tempatkanlah seseorang dalam suatu kondisi maka mungkin dia akan menjadi seorang pimpinan. Tempatkanlah dia dalam situasi lain dan mungkin dia tidak akan menjadi pimpinan.
Churcil tak diragukan adalah pemimpin besar pada masa perang, namun apakah demikian juga dalam masa damai ? Pada awal pemerintahan Churcill tahun 1940, W.O. Jenkins, profesor dari Amerika memuat studi tentang kepemimpinan dan dia mengatakan “Kepemimpinan bersifat spesifik menurut situasi tertenu yang diamati. Satu – satunya faktor paling umum tampaknya bahwa pemimpin dalam bidang khusus perlu cenderung memiliki kemampuan diatas rata-rata atau kompentensi atau kemampuan teknis dalam bidangnya”
Dalam perkataan profesor tadi “kemampuan diatas rata-rata atau kompentensi atau kemampuan teknis dalam bidangnya”, maka mungkin dapat kita bayangkan ada tiga macam otoritas dalam kepemimpinan, yaitu otoritas berdasarkan kedudukan atau pangkat, otoritas berdasarkan pengetahuan dan otoritas berdasarkan kepribadian. Nampaknya memang pendekatan situasional menekankan pada otoritas yang kedua. Dan memang pengalaman menunjukkan bahwa kecuali berada dalam lingkungan kerajaan, pemimpin yang baik adalah orang yang lahir dari kelompok dan diakui eksistensinya oleh kelompok tersebut. Kondisi tersebutlah yang membuat dia memiliki otoritas.

Mengendalikan Tim
Adalah suatu hal yang pasti seorang pemimpin bekerja dalam sebuah tim dimana tim memiliki tujuan bersama. Untuk menyelesaikan tugas dan mempertahankan kebersamaan kelompok secara bersama, fungsi-fungsi pokok tertentu harus dijalankan. Beberapa fungsi pokok tersebut adalah: Menentukan Tujuan Menentukan batasan atau mengidentifikasikan maksud, tujuan dan sasaran organisasi atau kelompok
Merencanakan Memastikan bahwa ada rencana yang disetujui semua pihak, bila mungkin untuk mencapai sasaran. Pemimpin tahu apa yang akan dicapainya, bagaimana memulainya dan bagaimana berhentinya, memberi Brifing Menjelaskan tujuan dan rencana dengan gamblang. Pemimpin harus mampu menjawab bertanyaan yangkerap diucapkan yaitu: “Mengapa kita melaksanakan dengan cara ini bukan dengan cara itu” Mengontrol, mengawasi dan memantau semua hal yang mengacu pada pekerjaan yang sedang berlangsung.
 Mengevaluasi Evaluasi ini digunakan sebagai bahan yang bermamfaat untuk memberikan feedback bagi kelompok dengan harapan memperbaiki kekurangan dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik, mungkin pernah juga ada pertanyaan apa perbedaan dari bos dengan pemimpin. Satu pertanyaan yang mendasar, ada sebuah analogi mengatakan bos adalah orang yang memiliki kedudukan, berhak mengatur sumber daya baik alam maupun orang, namun belum tentu dapat diterima oleh tim yang dipimpinya, sedangkan pimpinan adalah orang yang diakui keberadaannya, memiliki otoritas karena orang secara suka rela memberikan padanya dan dia diberi tempat “spesial” karena kemampuannya itu.
Anda bisa saja ditunjuk untuk menjadi seorang bos, tetapi anda bukan seorang pemimpin sampai kepribadian dan karakter anda, pengetahuan dan kecakapan anda dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan diakui dan diterima oleh semua oranglain yang bekerja bersama anda. Inilah perbedaan yang sangat fundamental.

Pemimpin dan Perubahan
Kepemimpinan dan perubahan berlangsung seiring. Pemimpin menyukai perubahan, itulah unsur pilihan mereka. Mereka menyenanginya karena mereka memiliki banyak ide cermelang yang dapat digunakan untuk peningkatan kinerja tim dan usaha pencapaian organisasi. Sebaliknya bos menyukai menjalankan organisasinya bagaikan mesin. Mereka merasa paling bahagia dalam keadaan yang mapan, tanpa suatu apapun yang mengancam kemapanan itu.
Meskipun pemimpin tulen secara insting berusaha mengubah dan meningkatkan segala keadaan, usahanya tidak akan cukup berhasil kecuali jika perubahan eksternal dan internal mempengaruhi organisasinya juga. Selain perubahan yang diciptakan oleh ide-ide yang dimilikinya seorang pimpinan yang baik juga harus siap menghadapi perubahan yang tidak dipredisksikan, misalnya bencana alam, demo karyawan atau perubahan susunan managerial yang mendadak, dan ada wajib memiliki toleransi tinggi terhadap hal tersebut.
Untuk menghadapi latar belakang perubahan itu dan terus menerus berupaya agar tetap berhasil dalam proses perubahan itu, diperlukan konsep yang dapat digunakan yaitu :
Keterarahan Seorang pemimpin selalu akan menemukan jalan untuk maju. Pemimpin akan mengidentifikasi sasaran baru, produk atau bentuk pelayanan baru dan pasar baru.Inspirasi / Motivasi Kepemimpinan berkait erat dengan inspirasi. Pendekatan seorang pemimpin dan sikap yang diperlihatkannya mengobarkan motivasi yang ada dalam diri organisasi, tim dan individu. Membangun Tim Seorang pemimpin dengan sendirinya akan berpikir dalam kerangka tim. Teladan Kepemimpinan pada dirinya sendiri adalah teladan. Seorang pemimpin harus memiliki sumbangsing langsung kepada tugas umum, sehingga membuatnya “memimpin dari depan”. Penerimaan Anda bisa menjadi bos, namun belum menjadi pemimpin sampai penunjukan itu diterima hati dan pikiran orang yang bekerja bersama anda.
Dari berbagai jenis pendekatan dan pemahaman kepemimpinan yang ada selalu memiliki tujuan akhir yaitu bagaimana menciptakan sebuah tim dengan kinerja yang tinggi, karena memang itulah hasil dari pemimpin yang baik. Tim yang memiliki kinerja tinggi itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Ø sasaran yang realistis
Ø rasa tanggung jawab bersama terhadap tujuan
Ø penggunaan sumber daya sebaik mungkin
Ø suasana keterbukaan
Ø mengkaji kembali kemajuan yang telah dicapai
Ø membangun pengalaman
Ø bertahan dalam krisis
Tim dengan ciri – ciri seperti hal diatas, dapat dibangun dengan peran aktif seorang pemimpin didalamnya. Keberhasilan dari sebuah tim lima puluh persen tergantung dari pemimpin dan lima puluh persen sisanya tergantung dari kualitas, pelatihan dan moral mereka yang bekerja bersama anda sebagai pimpinan. Satu hal yang perlu diperhatikan pimpinan sebagai usaha mawas diri adalah “Prisip Peter” dimana dikatakan, “Keberhasilan seorang pimpinan dalam satu tingkat, tidak selalu bahwa pemimpin tersebut memimpin dengan baik pada tingkat berikutnya”, karena para karyawan dalam hirarki cenderung akan naik sampai dimana kompetensi (kemampuan) mereka mentok. Hal ini sangat perlu diperhatikan seorang bos supaya dapat menjadi pemimpin, karena kepemimpinan merupakan peran kunci dalam setiap organisasi.


Ditulis Oleh : Andy Borneo::Jelajah Dunia Informasi::

Artikel Bukan Bos Tetapi Pemimpin ini diposting oleh Andy Borneo pada hari Senin, 18 Juni 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda yang telah membaca artikel ini,tinggalkanlah komentar anda baik itu kritik ataupun saran karena komentar anda sangat berarti bagi penulis dan perkembangan blog ini.Pengunjung diperbolehkan meng-copy-paste artikel dengan syarat menyertakan link sumber aktif postingan dibawah ini.Semoga artikel diatas bermanfaat untuk kita semua.Terima kasih.


::get this widget::

4 komentar:

  1. kpn ya saya jd seorang pemimpin...:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ntar malam sob ente jadi pemimpin, pemimpin terawih.. hehehehe..

      Hapus
  2. minimal pemimpin diri sendiri sob hehehe

    BalasHapus
  3. semoga semua pemimpin di negara kita tidak memiliki jiwa sebagai BOS tapi sebagai pemimpin yang penuh dengan tanggung jawab terhadap rakyatnya .

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar dan saya akan komentar balik. NO SPAM, No Links, No SARA, No P*RNO! KOMENTAR BERISI LINK & tidak sesuai dengan Comment Policy akan langsung dihapus. Demi kenyamanan dan transparansi, mohon maaf komentar "anonymous" tidak akan ditanggapi. Mari jalin terus Silaturahmi.. Terima Kasih sobat..

Google+ Badge

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service